Karangtawag - Di tengah rintik gerimis yang membasuh kawasan Karangtawang, sebuah harmoni antara wisata alam dan spritual terjalin dengan khidmat. Objek Wisata Alam Bantar Delan menggelar acara tasyakuran sekaligus kajian kitab kuning bersama Forum Silaturahmi Masyarakat Karangtawang (FORSIMAK), pada siang ba'da Zuhur 1 Januari 2026.
Kegiatan yang bertempat di bangunan kayu lantai dua Wisata Bantar Delan ini dihadiri oleh jajaran kiai, ustadz, tokoh sesepuh, serta masyarakat umum. Kehadiran para ulama ini memberikan warna berbeda bagi objek wisata yang sedang berkembang tersebut, mengubah suasana tempat rekreasi menjadi majelis ilmu yang penuh keberkahan.
Semangat di Tengah Pembangunan
Pemilik Objek Wisata Alam Bantar Delan, Bapak Ehon Sarhani, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan bangganya. Meski kondisi infrastruktur menuju lokasi masih dalam tahap pembangunan, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para tamu undangan.
"Kami memohon maaf sekiranya kondisi tempat ini masih serba apa adanya. Jalan menuju lokasi pun masih agak sedikit becek karena proses pembangunan yang sedang berjalan. Namun, melihat semangat dan kehadiran para guru serta tamu sekalian, saya merasa sangat bangga dan bersyukur," ujar Ehon dalam sambutannya.
Menyelami Pemikiran Imam Al-Ghazali
Acara dimulai dengan suasana hangat melalui sesi ramah tamah. Sambil menikmati kudapan ringan dan seruput kopi hangat, para tamu disuguhi pemandangan alam hijau dari ketinggian lantai dua, ditemani suasana syahdu rintik hujan di luar ruangan.
Dipandu oleh Ustadz Dadi Nawawi selaku koordinator FORSIMAK, acara dibuka secara resmi oleh Ketua FORSIMAK, KH. Miftah Arrosyid. Inti dari kegiatan ini adalah kajian kitab legendaris karya Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin.
Pembacaan teks kitab dilakukan oleh Ustadz Rohayanto, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mendalam oleh K. Zuhdin. Kajian ini memberikan pencerahan spiritual bagi para jemaah yang hadir, selaras dengan tujuan FORSIMAK dalam mempererat silaturahmi melalui jalur pendidikan agama.
Kehangatan hingga Akhir Acara
Suasana semakin religius saat seluruh jemaah berdiri melantunkan Sholawat Mahalul Qiyam, memanjatkan pujian kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sebelum memasuki sesi makan siang bersama dengan menu prasmanan yang telah disediakan pihak pengelola.
Sebagai penutup yang manis, pihak manajemen Wisata Alam Bantar Delan memberikan kenang-kenangan berupa kalender tahun 2026 kepada seluruh tamu undangan. Pemberian ini bukan sekadar buah tangan, melainkan simbol harapan agar silaturahmi antara pengelola wisata dan masyarakat Karangtawang terus terjalin di masa depan.
Dengan suksesnya acara ini, Wisata Alam Bantar Delan membuktikan bahwa tempat wisata tidak hanya berfungsi sebagai lokasi hiburan, tetapi juga bisa menjadi wadah kegiatan positif yang religius dan bermanfaat bagi umat.






0 Komentar